™ Dompet Berjalan Bung Karno Agoes Moesin Dasaad,

Jannet 20.21
Agoes Moesin Dasaad, Dompet Berjalan Bung Karno
Gedung Dasaad Musin Concern. Dibangun pada tahun 1857, pernah digunakan sebagai kantor oleh Agus Musin Dasaad. FOTO/Istimewa

di Istana selalu ada Johannes Leimena dan Dasaad. 
setiap dokter gigi Oei Hong Kian hendak memeriksa kesehatan Sukarno, Menurut Oei Hong Kian dalam Peranakan yang Hidup dalam Tiga Budaya dan Rosihan Anwar dalam In Memoriam: Mengenang Yang Wafat (2003), Dasaad tetap ada di dekat Sukarno. Setelah turunnya Supersemar dan Sukarno makin terkucil,

dia minta tolong Dasaad,” tulis Oltmans. “Bila dana pribadinya habis, Dasaad sering terlihat di istana Negara menemui Sukarno ketika Sukarno jadi Presiden. Sukarno menyebutnya sebagai "seorang kapitalis-sosialis yang paling kaya di Indonesia dan kawanku yang rapat.” Menurut Willem Oltmans dalam Bung Karno Sahabatku (2001), Ihwal Dasaad,

Gedung itu akhirnya terbakar oleh tangan dua orang serdadu Koninklijk Landmacht (KL) alias Angkatan Darat Belanda.  Otoritas Belanda pun menyimpan barang sitaan itu di sebuah gudang di Pelabuhan Tanjung Priok. Belanda dikecam. Dasaad pun jadi pengusaha yang paling dirugikan oleh aksi blokade laut Belanda itu. kapal itu disita Angkatan laut Belanda. Sampai Jakarta,

500 ton kina dan 200 ton sisal dengan tujuan New York.” 400 ton gula, Kapal itu meninggalkan Cirebon pada 7 Februari 1947 “dengan muatan sekitar 5000 ton getah karet, Perusahaan tersebut menyediakan kapal Marthin Behrmann yang berlabuh di Cirebon. perusahaan Dasaad menangani kontrak pengiriman hasil pertanian Indonesia dengan Amerika Serikat—yang terkait dengan pengusaha Yahudi Amerika Jacob Isbrandtsen. Setelah Perang Dunia II selesai,

Menurut kesaksian salah satu pendiri PMI dokter Bahder Djohan dalam Bahder Djohan Pengabdi Kemanusiaan (1980), Dasaad “memberikan bantuan dari segala macam keperluan yang dibutuhkan oleh PMI di segala bidang." 
Dia salah satu anggota PMI dan menjadi donatur yang penting. Dasaad juga ikut serta. Ketika Palang Merah Indonesia (PMI) terbentuk,

Ini lalu dibagi-bagikan kepada kawan-kawan yang butuh biaya.” tercatat bahwa “Dasaad kalau memberi cak paling sedikit 5ribu-10ribu gulden. Dalam buku biografi Sukarni berjudul Sukarni Dalam Kenangan Teman-temannya (1986) yang ditulis Sumono Mustoffa, Dia sering menolong kaum pergerakan nasional. Dasaad ikut bersama Republik Indonesia. Setelah Republik Indonesia berdiri,

dalam Tokoh-tokoh Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (1993), Dasaad di BPUPKI pernah menjadi “ketua komisi pemungutan suara untuk memilih bentuk kerajaan atau republik dalam perdebatan tentang bentuk negara yang akan didirikan itu.” Menurut MPB Manus,

maupun India yang duduk dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Arab, Pengusaha yang sering berpindah-pindah alamat ini tercatat sebagai satu-satunya pengusaha yang bukan keturunan Tionghoa, hubungan Sukarno dengan Dasaad tetap berlanjut. saat bisnis suram karena Perang Pasifik, Di masa pendudukan Jepang,

Bahkan uang Dasaad terus mengalir untuk membantu Sukarno ketika Sukarno sedang butuh. Sukarno pun mengaku dia belum pernah mengembalikan uang 400 rupiah dari Dasaad.

lain tidak karena aku tidak mempunyai uang,” aku Sukarno. menggenggamkan kepadaku dengan begitu saja uang empat-ratus rupiah, seorang laki-laki yang belum pernah kulihat sebelumnya, “Di pagi hari aku keluar dari penjara sebagai seorang bebas,

Itu adalah pertemuan pertama Sukarno dengan Dasaad yang kala itu masih berusia sekitar 26 tahun. Sukarno ingat sekali detik-detik dia keluar penjara pada 31 Desember 1931. Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat (1964) yang ditulis Cindy Adams. Nama Dasaad berkali-kali disebut dalam autobiografi Sukarno, Sukarno tak melupakan Dasaad.

maka Dasaad penting perangnya dalam lingkaran Sukarno. berperan dalam mengongkosi lingkaran pergerakan Hatta, dan Abdoel Gani, Djohan-Djohor, Jika Ayub Rais, Dasaad duduk sebagai direktur perusahaan. Ketika Ayub Rais membikin usaha dagang dengan Jepang dalam Firma Malaya Import Mij,

Hatta sendiri pernah diberi posisi sebagai konsultan (penasihat) di perusahaan Dasaad. Menurut Mestika Zed, juga berkongsi dengan Dasaad. salah seorang donatur Hatta, Pengusaha Ayub Rais, Dasaad kenal baik dengan lingkaran Mohammad Hatta. Di masa pergerakan itu, Leluhur dari garis ayahnya adalah orang Menggala Lampung. dia juga berdarah Indonesia dari pihak ayah. Filipina, Meski berdarah Sulu, Dasaad juga memperhatikan dunia pergerakan nasional. Sejak masih membesarkan usahanya,

maka Dasaad penting perangnya dalam lingkaran Sukarno. berperan dalam mengongkosi lingkaran pergerakan Hatta, dan Abdoel Gani, Djohan-Djohor, Jika Ayub Rais, Dasaad duduk sebagai direktur perusahaan. Ketika Ayub Rais membikin usaha dagang dengan Jepang dalam Firma Malaya Import Mij,

Hatta sendiri pernah diberi posisi sebagai konsultan (penasihat) di perusahaan Dasaad. Menurut Mestika Zed, juga berkongsi dengan Dasaad. salah seorang donatur Hatta, Pengusaha Ayub Rais, Dasaad kenal baik dengan lingkaran Mohammad Hatta. Di masa pergerakan itu, Leluhur dari garis ayahnya adalah orang Menggala Lampung. dia juga berdarah Indonesia dari pihak ayah. Filipina, Meski berdarah Sulu, Dasaad juga memperhatikan dunia pergerakan nasional. Sejak masih membesarkan usahanya,

Agoes Moesin Dasaad, Dompet Berjalan Bung Karno
Infografik agoes moesin dasaad

dia tercatat sebagai jutawan Sumatera dan termasuk pengusaha besar sejak muda.  Sebelum 1942, yang kooperatif dengan pemerintah kolonial dan mendapat banyak kemudahan dari otoritas Belanda. tergabung dalam asosiasi bernama Gaboengan Importeurs Indonesia (Gindo), Dasaad Moesin Concern, Perusahaan Dasaad,

Cabang-cabang perusahaannya tersebar di berbagai tempat di Indonesia.” “Pedagang ini tercatat sebagai salah satu miliuner Sumatera sampai dengan 1942. dan Bengkulu,” tulis Mestika Zed. Palembang, Lampung, Solo, Cirebon, Surabaya, Bangil, Cabangnya di Betawi, Perusahaan milik Dasaad ini “melebarkan jaringan operasi di Asia Tenggara dan Zanzibar (Afrika) pada 1941.

tapi juga di Singapura. Ia tak hanya pernah tinggal di kota-kota besar Indonesia, Menjadi seorang usahawan membuatnya harus berpindah-pindah alamat. juga melebarkan sayap ke Filipina bagian selatan. Dia berniaga di sekitar Lampung dan Palembang, Dasaad sudah memulai bisnisnya sejak usianya masih belasan. pada 1921, Menurut Mestika Zed dalam Kepialangan Politik dan Revolusi Palembang 1900-1950 (2003),

dan Filipina.  Singapura, dia berbisnis hasil bumi yang dibeli di sekitar Lampung dan Bengkulu yang diangkut ke Palembang kemudian dikirim ke Jawa, Setelahnya, ia sempat satu tahun magang sebagai asisten pemegang buku di Loa Mock & Coy. Di sana, ia belajar di Sekolah Dagang di Singapura hingga 1922. Selepas sekolah dasar (1918), Ayahnya seorang guru agama.

Dasaad lahir di Jolo pada 25 Agustus 1905. Indonesia and the War Myths and Realities (1996), 1930s-1940s" di buku Japan, Menurut Peter Post dalam tulisannya "The Formation of the Pribumi Business Elite in Indonesia,

Filipina. sedangkan ibunya keturunan bangsawan Sulu, Beberapa sumber lokal menyebut dia berdarah Lampung dari ayahnya, usia Agoes Moesin Dasaad baru satu tahun. dan akhirnya menetap di daerah Lampung, Filipina bagian selatan ke Indonesia, Ketika berlayar dari Sulu,


Source: tirto.id

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

EmoticonEmoticon

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.