Laporan Wartawan TribunTravel.com, Arif Setyabudi
TRIBUNTRAVEL.COM - Kemajuan teknologi robot memang sangat luar biasa.
Satu di antaranya adalah teknologi robot luar biasa yang digunakan oleh para pembuat film dokumenter tentang satwa liar.
Mendapatkan gambar satwa liar tentu bukanlah sesuatu yang mudah.
Nah, untuk mengabadikan berbagai satwa liar ini dibutuhkan alat khusus.
Alat khusus ini berbentuk robot dan dirintis oleh BBC1.
Pemantauan satwa liar yang dilakukan oleh BBC1 menggunakan robot khusus sebanyak 34 unit.
Setiap robot membutuhkan biaya 100 ribu pounsterling atau Rp 1,6 miliar.
Robot tersebut dapat menyusup dalam komunitas hewan di 21 negara dan merekam dengan durasi 8.000 jam rekaman selama tiga tahun.
Berbentuk mirip hewan, robot bayi monyet dikirimkan ke koloni monyet.
Uniknya, para monyet menjaga robot bayi monyet tersebut.
Bahkan, saat robot monyet sudah tidak bisa bekerja lagi, para monyet berduka.
Foto-foto: www.thesun.co.uk
Ada juga robot kura-kura yang dikirimkan ke Kenya.
Robot ini dikira betina oleh kura-kura yang lain sehingga banyak kura-kura yang naik ke atasnya.
Nah, di Uganda juga dikirim robot buaya Nil kecil yang dilengkapi kamera.
Bahkan, robot ini dapat masuk ke rahang ibu buaya.
Hewan yang berasal dari Indonesia, orang utan juga dibutakan robot lho, guys.
Kamu pasti nggak nyangka kalau orang utan ini sebuah robot.
Selanjutnya ada lutung yang berasal dari Rajhastan, India yang mengasuh robot lutung kecil.
Sementara di Antartika juga ada Adelie si penguin.
Dalam misinya, robot penguin ini melakukan pengintaian musim kawin dan kehidupan penguin di Antartika.
Kalau kamu lihat burung ini memang seperti burung khas Afrika.
Robot burung ini digunakan untuk mengamati gajah.
Source: Tribun Travel
EmoticonEmoticon
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.