™ Manusia Purba Indonesia Diduga Punya Peradaban Canggih yang Tak Kita Sangka-sangka

Jannet 03.48
Manusia Purba Indonesia Diduga Punya Peradaban Canggih yang Tak Kita Sangka-sangka

para peneliti belum melihat bukti otentik dari penemuan ini dengan keberadaan manusia kerdil di kawasan tersebut. Kawasan Sulawesi juga jadi lokasi penemuan spesies manusia mungil yang juluki "Hobbit." Sayangnya,

Flora dan fauna selalu terbawa seiring perpindahan manusia ke wilayah baru. Perkiraan dipicu oleh penemuan flora dan fauna yang belum pernah dilihat sebelumnya. penggambaran ini kemungkinan punya hubungan yang lebih dalam dengan kebudayaan di wilayah Wallacea. mengingat hubungan spiritual antara manusia dan binatang adalah karakteristik penting kebudayaan Aborigin, Lebih jauh lagi,

Penggambaran hewan eksotis dianggap juga punya peran penting dalam kebudayaan manusia yang pernah mengkolonisasi Australia.  binatang-binatang ini punya makna tersendiri dalam kebudayaan manusia gua. Kemungkinan besar, Dugaan ini diperkuat dengan fakta bahwa tulang binatang eksotis ini dimanfaatkan sebagai hiasan dan muncul dalam lukisan dalam gua yang ditemukan di sana. Binatang-bintang eksotis ini tak ditemukan di pola makan manusia gua di Sulawesi.

Ini menunjukkan bahwa manusia modern mengintegrasikan fauna eksotis dan benda unik lainnya dalam dunia simbolis sembari mengkolonisasi kawasan tenggara benua Eurasia," seperti dikutip dari hasil penelitian tersebut. "Penduduk asli Sulawesi menggemari ornamen perhiasan dari bagian tubuh binatang endemik wilayaj itu.

Kedua hewan ini adalah spesies eksotik yang hanya ditemukan di Sulawesi. kuskus. Penggalian arkeologi di Leang Bulu Bettue—sebuah goa di Sulawesi—mengandung manik-manik yang terbuat dari gigi babi rusa; dan sebuah liontin yang terbuat dari tulang jari mamalia berkantung, terdapat dua perhiasan yang terbuat dari hewan asli tempat penemuan. Di antara artefak yang ditemukan di penggalian arkeologi antara kurun 2013 hingga 2015,

dan tidak lazim di sana," ujar Brumm. unik, beragam, New Guinea dan Tasmania—mempertimbangkan spesies flora dan fauna yang kaya, "Adaptasi-adaptasi budaya ini mungkin amat penting bagi kolonisasi benua kuno Dangkalan Sahul—yang kini disebut Australia,

kemungkinan besar terinspirasi oleh budaya-budaya yang telah ada di Wallacea. Penelitian yang dirilis menyuguhkan ide bahwa kepercayaan spiritual orang-orang Aborigin Australia, dilakukan melalui kapal-kapal yang melintasi wilayah perbatasan Garis Wallace. Migrasi ke luar benua-benua Eurasia ke Australia,

mengindikasikan telah ada budaya artistik yang maju di Sulawesi sejak akhir zaman es," ujar Brumm saat diwawancarai Live Science. "Kami menemukan sejumlah bukti atas perilaku simbolik bervariasi,

peneliti dari Griffith University melalui pernyataan tertulis. kata kepala peneliti Adam Brumm, dan perilaku generasi manusia pertama yang bermukim di Australia, pergeseran budaya, Penelitian ini dilakukan dengan tujuan memahami evolusi, Penelitian ini merupakan bentuk kerjasama peneliti Indonesia dan Australia yang akhirnya dilansir oleh Proceedings of National Academy of Sciences.

Penemuan anyar tersebut sekaligus menantang pengetahuan umum yang mengatakan bahwa homo sapien mencapai puncak dari peradaban di wilayah Eropa hingga India—dan turun kualitas peradabannya ketika mereka singgah di Asia Tenggara dan Australia. Sementara penemuan kali ini yang memperoleh perhiasan dan karya seni masa purba berhasil memberi informasi pada para peneliti jika manusia hidup di daerah ini di Zaman Es rupanya memiliki peradaban lebih canggih dari yang kita kira. Penemuan sebelumnya mengungkap untuk pertama kalinya momen migrasi manusia pindah ke wilayah Wallacea 47.000 tahun yang lalu.

dan Nusa Tenggara. Maluku, kepulauan purba yang menjadi batas dari wilayah Asia Tenggara dan Australia yang dulunya satu pulau—dan kemudian kini terpecah menjadi tiga wilayah: Sulawesi, Penemuan arkelogis ini terdapat di daerah Wallacea,

Masa itu masuk dalam periode waktu yang disebut zaman Pleistosen—atau lebih akrab dikenal sebagai Zaman Es. Serentetan penggalian arkeologis di wilayah Indonesia Timur yang dilakukan beberapa bulan belakangan menghasilkan penemuan karya seni dan perhiasaan yang diduga berasal dari masa 30.000 tahun yang lalu.


Source: VICE

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

EmoticonEmoticon

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.